Peristiwa Perumusan Undang-Undang dasar 1945
Undang-Undang Dasar
Undang-undang Dasar adalah hukum dasar tertulis yang dimiliki negara Indonesia, secara umum dinamakan Konstitusi tertulis, adapun juga konstitusi tidak tertulis adalah suatu kebiasan-kebiasaan kenegaraan. Konstitusi pada umumnya dibeberapa negara merupakan suatu konsensus atau kesepakatan para pendiri negara. Sejarah konstitusi di dunia pertama kali adalah Piagam Madinah mendahului Magna Charta di Inggris selama enam abad; dan mendahului Konstitusi Amerika Serikat dan Perancis selama 12 abad.
Di Indonesia, Undang-Undang dasar dilatar belakangi oleh perjuangan para tokoh kemerdekaan agar negara Indonesia dapat merdeka setelah kekalahan Jepang pada Sekutu. Sama halnya dengan perumusan dasar negara, BPUPKI merupakan badan bentukkan Jepang yang memfasilitasi para tokoh bertemu dan merumuskan pemikiran-pemikiran. Setelah sidang pertama BPUPKI, pada tanggal 10-16 Juli 1945 diadakan sidang kedua dengan agenda membahas rancangan Undang-Undang Dasar.
Tabel Peristiwa Sidang BPUPKI Kedua
|
No |
Tanggal |
Peristiwa |
|
1. |
10 Juli 1945 |
Tahap pertama membahas tentang bentuk negara |
|
|
|
Tahap Kedua membahas tentang wilayah negara |
|
|
|
Laporan Ir. Soekarno sebelum dimulainya sidang 1. Meminta Indonesia merdeka selekas-lekasnya 2. Dasar negara 3. Unifikasi atau federasi 4. Bentuk negara dan kepala negara 5. Warga negara 6. Daerah 7. Agama dan negara 8. Pembelaan negara 9. Keuangan |
|
|
|
Membentuk Panitia Kecil A. Panitia Perancang Undang dasar diketuai oleh Ir. Soekarno Anggota : 1. A.A Maramis; 2. R. Otto Iskandardinata; 3. Poerobojo; 4. Agoes Salim; 5. Mr. Ahmad Soebardjo 6. Mr. Soepomo 7. Mr. Maria Ulfah Santoso 8. K.H. Wachid Hasjim 9. Parada Harahap 10. Mr. J. Latuharhary 11. Mr. Susanto Tirtoprodjo 12. Mr. Sartono 13. Mr. Wongsonagoro 14. Woerjaningrat 15. Mr. R.P Singgih 16. Tan Eng Hoa 17. Prof. Dr. P.A Hoesin Djajadiningrat 18. Dr. Soekiman
B. Panitia Keuangan dan Perekonomian diketuai oleh Drs. Moh. Hatta Anggota : 1. Soerahman 2. Margono 3. Sutardjo 4. Samsi 5. Roosseno 6. Surjohamidjojo 7. Ki Hajar Dewantara 8. Kusuma Hadikusumo 9. Sastromuljono 10. Abdul Patah Hasan 11. Haji Mansur 12. Oei Tiang Tjoe 13. Wiranata Kusuma 14. Suwandi 15. Tokonami C. Pantia Pembelaan Tanah Air diketuai abikusno Anggota; 1. Abdul Kadir 2. Asikin natanegara 3. Bintoro 4. Hendro Martono 5. Muzakkir 6. Sanusi 7. Munandar 8. Samsudin 9. Sukardjo Wirjopranoto 10. Surjo 11. Abdul Kaffar 12. Maskur 13. Halim 14. Purbonegoro 15. Sumitro Kolopaking 16. Sudirman 17. Aris 18. Moch. Noor 19. Pratalykrama 20. Lim Koen Hian 21. Buntaran 22. Roeslan Wongsokusumo 23. Ny. Sunarjo |
|
2. |
11 Juli 1945 |
Hasil Panitia Perancang Undang-undang dasar 1. bentuk negara “Unitarisme” atau serikat 2. kepala negara ditangan satu orang, yaitu Presiden 3. membentuk panitia perancang “Declaration of right” (Ahmad Soebardjo, Sukiman, Parada Harahap) 4. Panitia Kecil Perancang Hukum Dasar diketuai oleh Prof. Dr. Soepomo dengan anggota Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, H. Agus Salim, dr. Sukiman |
|
3. |
13 Juli 1945 |
Kesepakatan Panitai Perancang Undang-undang dasar 1. Lambang negara 2. negara kesatuan 3. sebutan Majelis Permusyawaratan Rakyat 4. membentuk Panitia Penghalus Bahasa |
|
4. |
14 Juli 1945 |
Hasil laporan Ir. Soekarno sebagai ketua Panitia Perancang Undang-Undang dasar 1. Pernyataan Indonesia Merdeka 2. Pembukaan undang-undang dasar disepakati dari Piagam Jakarta 3. Sistematika UUD : Batang tubuh berjumlah 42 pasal. Dari 42 pasar tersebut ada 5 pasal aturan peralihan dan 1 pasal aturan tambahan |
|
5. |
15 Juli 1945 |
Rapat besar, dihadiri oleh seluruh anggota BPUPKI membahas rancangan Undang-Undang dasar |
|
6. |
16 Juli 1945 |
Diterima secara bulat oleh anggota BPUPKI rancangan Undang-Undang dasar untuk selanjutnya menjadi Undang Undang Dasar |
Comments
Post a Comment